Tribata dan Catur Prasetya

Tribata dan Catur Prasetya

 

Makna Tribrata

Tribrata dalam pengertian lama merupakan dua kata yang ditulis tidak terpisahkan. Tri artinya tiga dan brata / wrata artinya jalan / kaul. Maka artinya adalah tiga jalan / kaul.

Sedangkan tribrata dalam pengertian baru telah menjadi satu sukukata TRIBRATA yang artinya TIGA AZAS KEWAJIBAN.

Maka dalam pengucapannyapun tidak boleh lagi ada pemenggalan kata antara TRI dan BRATA ( TRI — BRATA ) melainkan menjadi satu ucapan kata yaitu TRIBRATA.

Tribrata adalah nilai dasar yang merupakan pedoman moral dan penuntun nurani bagi setiap anggota Polri serta dapat pula berlaku bagi pengemban fungsi kepolisian lainnya.

 A.  Kami Polisi Indonesia, mengandung makna sebagai berikut :

 

  1. Bahwa kita Polisi Indonesia adalah berketuhanan Yang Maha Esa, berbangsa Indonesia, bernegara Indonesia dan bermasyarakat Indonesia.
  2. Kita harus bangga bahwa kita menjadi Polisi Indonesia, Polisi Indonesia yang bangga dengan bangsanya, negaranya dan masyarakatnya. Bangga menjadi Polisi yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bangga menjadi Polisi yang selalu setia kepada Pimpinan Polri dan Negara. Juga harus bangga menjadi Polisi yang senantiasa berani bertanggung jawab atas apa yang rnenjadi tugasnya.
  3. Merupakan pernyataan ikatan jiwa korsa yang kuat antar sesama anggota Polri, untuk selalu memupuk kebersamaan merasa senasib sepenanggungan. Dengan tidak saling menjungkirbalikkan antar sesama anggota hanya karena kepentingan pribadinya.
  4. Merupakan pernyataan netralitas kita anggota Polri artinya tidak berpihaknya kita anggota Polri terhadap urusan politik atau kebijakan pemerintah ataupun dalam berbagai perkara yang kita tangani baik secara institusi maupun pribadi, sepanjang kita masih menjadi anggota Polri.

 

B. BRATA PERTAMA: Kami Polisi Indonesia berbakti kepada nusa dan bangsa dengan penuh ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, mengandung makna sebagai berikut:

 

  1. Kita adalah Polisi sekaligus juga sebagai hamba Tuhan. Maka ketika kita melaksanakan tugas dan fungsi kita sebagai anggota Polisi disaat itu juga kita harus ingat dan sadar bahwa Tuhan selalu bersama kita dan sedang mengawasi apa saja yang kita kerjakan. Maka jadikanlah tugas kita itu sebagai bagian amal ibadah kita kepada Tuhan.
  2. Kita harus memiliki nilai nasionalisme dan kebangsaan, dalam arti bahwa dalam tugas kita haruslah mendahulukan kepentingan bangsa dan negara dari pada kepentingan pribadi atau golongan.
  3. Kita polisi Indonesia adalah Polisi bangsa Indonesia, Polisi negara Indonesia dan bukan sebagai alat politik atau alat pemerintah.

 

C. BRATA KEDUA : Kami Polisi Indonesia menjunjung tinggi nilai kebenaran, keadilan dan kemanusiaan dalam menegakkan hukum negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, mengandung makna :

  1. Bahwa kita anggota Polri adalah aparat negara sebagai penegak hukum, haruslah siap menegakkan hukum baik terhadap diri pribadi maupun orang lain/masyarakat.
  2. Haruslah kita ketahui bahwa negara kita adalah negara hokum bukan negara kekuasaan.
  3. Bahwa kita anggota Polri harus sanggup dan mampu untuk selalu menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan dengan membela yang benar dengan kebenarannya serta kita harus menghargai dan menghormati hak-hak orang lain,
  4. Kita anggota Polri harus mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas kita kepada masyarakat, bangsa dan negara.
  5. Kita anggota Polri harus mengakui bahwa negara kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

D. BRATA KETIGA : Kami Polisi Indonesia senantiasa melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat dengan keikhlasan untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban, mengandung makna :

  1. Bahwa kita anggota Polri harus selalu siap melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat dengan penuh keikhlasan, tanpa paksaan siapapun serta tanpa adanya kepentingan apapun kecuali karena tugas dan tanggung jawab semata.
  2. Bahwa kita anggota Polri secara umum tugasnya adalah sebagai Pelindung dan Pelayan masyarakat.
  3. Masyarakat adalah sentral/pusatnya dimanapun kita anggota Polri mengabdikan diri.
  4. Antara kita anggota Polri dan masyarakat yang kita layani adalah sejajar dimata hukum dan perundang-undangan negara. Artinya kita tidak boleh semena-mena dan semaunya sendiri, kita tidak boleh menganggap bahwa masyarakat itu bodoh dan lain-lain. Akan tetapi jadikanlah masyarakat itu sebagai mitra dalam ketertiban, kenyamanan, keamanan dan penegakkan hukum.

 

PENGERTIAN  ISTILAH  DALAM  CATUR PRASETYA

Insan : Berarti manusia sebagai makhluk tertinggi yang secara moral memiliki kesempurnaan dan bersih dari cela.

Bhayangkara : Berarti Kepolisian Negara Republik Indonesia yang bertugas mengawal dan mengamankan Masyarakat, bangsa dan negara.

Insan Bhayangkara : Berarti setiap anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (yang juga disebut sebagai Bhayangkari) yang secara ikhlas mengawal dan mengamankan negara serta rela berkorban demi mengabdi kepentingan masyarakat dan bangsa seumur hidupnya.

Kehormatan :  Berarti  wujud sikap moral tertinggi.

Berkorban : Berarti secara rela dan ikhlas mendahulukan kepentingan masyarakat  di atas kepentingan pribadi.

Masyarakat : Berarti sekelompok orang yang hidup bersama dalam norma dan aturan  yang telah disepakati.

Bangsa : Berarti kelompok masyarakat yang tinggal di suatu wilayah tertentu yang memiliki kedaulatan ke dalam dan  ke luar.

Negara : Berarti organisasi di suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan yang sah secara konstitusional dan ditaati oleh rakyat.

Meniadakan : Berarti tindakan untuk membuat sesuatu menjadi tidak ada.

Gangguan keamanan : Berarti suatu keadaan yang menimbulkan perasaan takut, khawatir, resah, cemas, tidak nyaman, dan tidak damai, serta ketidak pastian berdasarkan hukum.

Hak Asasi Manusia : Berarti hak-hak dasar yang dimiliki setiap manusia sejak lahir.

Kepastian berdasarkan hukum : Berarti terwujudnya penegakan hukum demi kesetaraan hak dan kewajiban setiap warga negara.

 

PENJABARAN PEMAKNAAN  CATUR  PRASETYA

 MENIADAKAN SEGALA BENTUK GANGGUAN KEAMANAN

 Bermakna Setiap insan Bhayangkara terpanggil untuk.

-  Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

-  Bersama - sama dengan masyarakat meningkatkan daya cegah dan daya penanggulangan

    gangguan Kamtibmas.

-  Senantiasa berperan secara aktif dalam menanggulangi setiap permasalahan yang timbul

   dalam  kehidupan masyarakat,  dan

-  Membangun kemitraan dengan pengemban fungsi keamanan lainnya dalam rangka

    menjaga  dan memelihara kewibawaan Pemerintah Republik Indonesia.

 

MENJAGA KESELAMATAN JIWA RAGA, HARTA BENDA, DAN HAK ASASI MANUSIA

Bermakna Setiap insan Bhayangkara terpanggil untuk

-  Melindungi masyarakat dari setiap gangguan keamanan,

-  Menjamin kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari,

-  Memberikan pengayoman, perlindungan dan pelayanan secara optimal kepada masyarakat,

 -  Menghormati dan menjunjung tinggi hak-hak masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan

MENJAMIN KEPASTIAN BERDASARKAN HUKUM

Bermakna, Setiap insan Bhayangkara terpanggil untuk

-  Menjunjung tinggi dan menjamin tegaknya supremasi hukum,

-  Memberikan ketauladanan kepada masyarakat dalam mematuhi dan mentaati hukum,

-  Memahami dan menghormati norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dan dijunjung tinggi

    dalam kehidupan masyarakat, dan

- Melaksanakan asas-asas pertanggungjawaban publik dan keterbukaan, serta menghormati

   hak asasi manusia dan persamaan dihadapan hukum bagi setiap warga masyarakat.

 

MEMELIHARA PERASAAN TENTRAM DAN DAMAI

Bermakna, setiap insan Bhayangkara terpanggil untuk:

-  Meniadakan segala bentuk kekhawatiran, keresahan, ketakutan dan ketidak nyamanan

   dalam kehidupan masyarakat, 

-  Bekerjasama dengan masyarakat dalam upaya menjaga lingkungan masing-masing dari

   segala bentuk gangguan,

-  Membangun kerjasama dengan mitra Kamtibmas dalam rangka terciptanya perasaan

   tentram dan damai, dan

-  Berperan sebagai pemelihara kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan

    bernegara.